Senin, 26 Agustus 2013

contoh games

RENCANA GAME OUTBOND

1. Puisi Game

Dilakukan berkelompok
  1. Setiap orang dalam satu kelompok diminta menuliskan :
    1. 5 kata benda
    2. 5 kata sifat
    3. 5 kata petunjuk
    4. 5 kata bilangan
    5. 5 kata ganti orang
  2. Lalu minta masing-masing kelompok membuat puisi dengan modal kata-kata yang ditulis tadi anggota-anggota kelompoknya.
  3. Puisi hanya boleh menggunakan kata-kata yang sudah ditulis anggota kelompok.
  4. Minta setiap kelompok mempresentasikan hasilnya masing-masing

2. Perkenalan dan Pencairan sikap

Cara pertama : (alat bantu : pencatat waktu)
a.    Mentor memperkenalkan diri, latar belakang, dari mana mentor datang, hobby Anda dan para peserta boleh bertanya segala sesuatu tentang diri Anda
b.   Selanjutnya peserta diminta memperkenalkan dirinya masing-masing, terdiri dari : nama lengkap, nama panggilan, kelas, alamat. Mentor diharapkan menghafal nama panggilan masing-masing peserta karena mungkin nama inilah yang disenangi oleh peserta.
c.    Mintalah anggota kelompok menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, kelas, dan lokasi tempat tinggal, dari temannya satu kelompok yang duduk disebelah kanannya.
d.   Lakukan proses (c) ini tiga kali, setiap kali proses, posisi tempat duduk dirubah, dan diusahakan makin lama semakin cepat
e.    Jika ada seorang peserta yang lupa identitas temannya, minta peserta itu untuk berkenalan kembali dengan teman itu
Cara kedua : (alat bantu : bola)
a.    Mentor memperkenalkan dirinya
b.   Peserta memperkenalkan identitasnya masing-masing 
c.    Peserta lain menghafalkan identitas temannya lalu setelah itu menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, kelas dan alamat teman sebelah kanannya.
d.   Lalu dilakukan simulasi dengan menggunakan bola, aturan simulasi ini :
a.    Bola dilemparkan secara acak dari seorang peserta kepada peserta lainnya
b.   Peserta yang menerima bola harus menyebutkan identitas orang yang melempar bola kepadanya. Identitas meliputi nama panggilan dan daerah tempat tinggalnya.
c.    Lalu dia melempar bola lagi secara acak kepada peserta lain
d.   Peserta yang menerima bola itu kembali melakukan proses (b)
e.    Demikian selanjutnya selama jangka waktu tertentu yang ditentukan oleh mentor.
f.     Peserta yang salah menyebutkan dapat dikenaan sanksi
g.    Simulasi ini dapat dilakukan beberapa kali dengan aturan sipemegang bola harus makin cepat menyebutkan identitas si pelempar bola
h.   Tujuan dari simulasi ini agar peserta dapat dengan cepat menghafal nama peserta lain dalam kelompoknya.

3. Menggambar Berantai

Tujuan : melatih kerjasama dan usaha mengetahui pemikiran temannya
Alat bantu : kertas 2 lembar dan pensil untuk semua peserta
Ide simulasi : Setiap peserta memegang selembar kertas dan satu pensil. Peserta diminta memikirkan hendak menggambar apa dalam kertasnya. Lalu minta peserta mulai menggambarnya dalam waktu 15 detik. Sesudah 15 detik minta seluruh peserta menggeserkan kertasnya ke temannya yang ada di sebelah kanannya. Lalu setiap peserta diminta melanjutkan gambaran temannya tersebut. Proses pemutaran tersebut dilanjutkan hingga gambar kembali ke penggambar semula.
Refleksikan apakah gambar masing-masing berkembang sesuai dengan rencana keinginan penggambarnya semula ??
Mungkin ada gambar yang sesuai rencana atau lebih bagus atau bahkan menjadi rusak / tidak jelas.
Mainkan dua babak bahwa suatu kondisi ideal adalah setiap orang membayangkan apa tujuan gambar itu semula dan berusaha membuat  gambar itu menjadi lebih baik (bukan malah jadi lebih jelek).
Simpulkan mengenai pentingnya memahami perasaan/niat orang lain.
Pembahasan :
Selama proses menggambar, mentor mengamati perkembangan gambar-gambar supaya mentor dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada pemegang gambar yang tepat. Pertanyaan berikut didiskusikan dengan kelompok.
1.   Pada waktu menambah gambar orang lain apakah mengerti tujuan gambar yang belum lengkap itu ?
2.   Apakah yang ditambahkan tepat ?
Apakah gambar tamba baik atau tambah jelek ?
Kenapa demikian ?
3.   Bagaimana perasaan pemilik gambar kalau gambarnya diubah ? Kenapa demikian ?
4.   Bagaimana kalau gambar yang diterima sudah hampir lengkap ?
5.   Bagaimana bila gambar yang diterima baru saja mulai ?
6.   Apakah ada yang takut menambah ? Kenapa ?
7.   Apakah ada yang merasa sulit menambah gambar ?
8.   Apakah ada yang merasa mudah ? Kenapa ?

Kesimpulan :
Dari pembahasan tadi dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang faktor-faktor yang menunjang kerjasama maupun faktor-faktor yang mengham-bat.

4. Trust Walk

Tujuan : memahami realita,
Alat bantu : Tali raffia 40 cm dan kain penutup mata sejumlah ½ peserta
Teknik simulasi :
-          Peserta berbaris dilapangan
-          Peserta diundi menjadi dua kelompok : Satu kelompok matanya ditutup, Satu kelompok tangannya diikat kebelakang
-          Lalu minta seluruh peserta untuk melakukan suatu hal (mis. Pindah tempat, mengambil tasnya masing-masing, memakai sepatu, dll) pekerjaan yang dilakukan ada yang hanya membutuhkan tangan saja, ada yang membutuhkan penglihatan saja dan ada yang membutuhkan keduanya. Disinilah peserta harus berinisiatif untuk saling membantu
Refleksikan mengenai keadaan manusia yang ada yang “sempurna” dan ada yang “cacat” dan bagaimana tanggung jawab kita terhadap mereka serta refleksikan mengenai syukur kita kepada Allah akan nikmat-nikmat yang sangat banyak yang mungkin selama ini sering kita lalaikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar